Header

cita-cita ardas

STASI WALIKUKUN, GEREJA YANG SATU, KUDUS, KATOLIK DAN APOSTOLIK.

Ringkasan Tahun Sejarah Kudus

Sejarah Israel dapat dibagikan atas empat periode: Bapa-bapa Bangsa, Keluaran, dan Penaklukan, Raja-raja, dan Komunitas Yahudi sesudah Pembuangan.

Periode Bapa-bapa Bangsa 
Sebelum Israel menjadi suatu bangsa, keluarga-keluarga Amori kaum pengembara itu, mengembara dengan kawanan hewan mereka di seluruh Mesopotamia, Syria, dan Kanaan, bahkan 'sampai Mesir. Israel mengingat leluhur mereka, khususnya 'dua ini: (Abraham & Yakub).

1800-1700: Abraham

Abraham telah meninggalkan Haran menuju Kanaan karena Allah berjanji akan memberikan dia tanah dan keturunan di negeri itu.

1600-1500: Yakub

Yakub telah menerima berkat-berkat baru sementara ia berusaha menetap di Kanaan.
Abraham, Yakub dan keturunan mereka adalah kaum pengembara, miskin, dan tak berpendidikan. Mereka terbiasa bepergian dengan tenda-tenda mereka bersama kawanan hewan mereka sejauh mungkin dalam dua peradaban besar pada waktu itu: Mesopotamia dan Mesir. Allah memanggil mereka supaya dari mereka lahirlah umat-Nya, sarana Allah untuk membawa sejarah rnanusia ke masa kedewasaan dan suatu akhir yang bahagia. 
Sejarah Bapa-bapa Bangsa adalah terutama suatu pujian atas iman sejati (Lillat Ibrani 11:8-11) dikisahkan dalarn Kejadian 12-50.

Keluaran dan Penaklukan
1250: Keluar bersama Musa

Kaum pengembara masuk dan keluar Mesir. Salah satu dari kelompok ini melarikan diri dari perhambaan di bawah pimpinan Musa. Keajaiban yang menyertai penyeberangan mereka di Laut Merah merupakan suatu tanda bagi mereka bahwa Allah sedang
membebaskan .mereka supaya mereka dapat mengabdi kepada Allah.
Perjanjian antara Yahweh dan Israel terlaksana di Sinai: dari antara segala bangsa kamu akan menjadi umat kesayangan-Ku (Kel 19:5).
Di wahah Kadesy kelompok Musa bergabung dengan kelompok lain yang berkebangsaan sama dengan mereka dan mengikuti Hukum Musa: Allah yang Esa, cemburu dan adil tidak mengizinkan adanya gambar Illahi apa pun. Umat Allah harus berperang dan bukannya berdamai dengan peradaban dan agama bangsa Kanaan.
Seluruh sejarah ini dapat dibaca dalarn Keluaran 1-20; 24: 32-34. Juga dalam Bilangan 11-14 dan 20-25. Menurut Kitab Suci, bangsa Israel tinggal di Kadesh selama 40 tahun: Bilangan 14.


1200: Yosua
Sesudah Musa wafat. Yosua bersama separoh bangsa Israel menaklukkan sebagian tanah Kanaan. Para anggota 12 suku Israel yang masih hidup sendiri-sendiri, mulai menyadari identitas mereka pada abad berikut, ketika Hakim-Hakim memimpin mereka dalarn perjuangan mereka melawan para penindas.



Periode Raja-Raja
1000: Daud menguasai Yeru salem.

Kedatangan orang-orang Filistin lewat laut, pendudukan mereka di sepanjang pantai, dan penyerbuan mereka ke lembah-lembah Palestina, memaksa bangsa Israel untuk bersatu supaya bisa mernpertahankan kemerdekaan mereka. Mengikuti jejak Saul yang mati dalam perang, Daud menaklukkan Palestina dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Ketika ia menguasai Yerusalem, ia membuat Yerusalem menjadi pusat persatuan nasiona!. Daud hidup 'sebagai hamba Yahweh dan sebagai seorang nabi dan ia menerirna janji dari Allah bagi keturunan-keturunan yang akan meraja sesudah dia. 
Nubuat Nabi Natan dalam 2Sam.7:14





970-932: Kerajaan Salomo.

Salomo, putra Daud, membangun Bait Allah di Yerusalem. Bait Allah itu akan menggantikan semua tempat kudus lama. Ia mengubah Israel dari kaum pengembara menjadi bangsa yang terorganisir dan suatu masyarakat kota.

Bagian-bagian tertua dari Kitab Kejadian, Keluaran, dan Samuel semuanya tertulis.




931: Perpecahan Kerajaan Israel

Ketika Salomo meninggal, terjadi suatu perpecahan atau pembagian kerajaan.



Kerajaan Yehuda (wilayah selatan) dengan raja-raja yang adalah keturunan Daud, dengan ibukota di Yerusalem yang mempunyai Bait Allah.

Kerajaan Israel (wilayah utara), lebih besar dan lebih makrnur, akan menderita ketidakstabilan politik dan ketegangan-ketegangan antara iman tradisional dan godaan-godaan hidup modern dan agama Kanaan.
850-800: Elia dan Elisa bernubuat selama peperangan dengan Aram.

Raja-Raja dan Imam-Imam dan Nabi-Nabi memimpin komunitas dengan pelbagai cara,: memungkinkan iman lama menyesuaikan diri dengan masyarakat baru

Tiga nabi agung: Elia, Elisa, dan Hosea berusaha membawa umat kepada Yahweh, dengan kesetiaan yang baru.
740: Awal dari nubuat Yesaya yang menyaksikan kekalaban Samaria (722) serta penyerangan dan pembebasan Yerusalem (690).Dalarn periode ini ditulis sejarah rob kenabian
Yosua, Hakim-Hakim,
Samuel, dan Raja-Raja

Nabi-nabi agung: Yesaya.: Mikah, Zefaniah, Yeremia, Yehezkiel, mengembangkan suatu iman personal terhadap Allah yang hidup, suatu iman yang menuntut keadilan dan ketulusan. Mereka berpegang . teguh pada janji Allah kepada bangsa Israel: di tengah-tengah ketidaksetiaan dan percobaan mereka, Allah membawa mereka kepada kerajaan keadilan dengan Raja-Mesias yang akan menjadi seperti Daud baru.

Akhirnya Kerajaan Israel dimusnahkan oleh orang-orang Asyur; ibu kotanya Samaria direbut dan orang-orang kalangan tinggi dibuang.
622: Kitab Ulangan ditemukan dan Yosia membuat pembaruan. Yeremia bernubuat dari Tahun 626 sampai pemusnahan Yerusalem pada Tahun 587.

Akhirnya, kerajaan Yehuda diinusnahkan oleh orang-orang Babilon, YerusaIem, dan Bait Allah dibakar dan orang-orang kalangan tinggi dibuang ke Babilon.



Komunitas Yahudi Sesudah Pembuangan
538: Dekrit Koresy
520-515: Pembangunan Bait Allah yang kedua.
450-400: Ezra menegas- kan Hukum Musa dan mengumpulkan kitab-kitab
kudus.

Koresy, pendiri Kerajaan Persia, menguasai Babilon dan membebaskan orang Yahudi yang telah dibuang ke sana. Orang-orang buangan itu berkumpul kembaIi di Yerusalem. Tak ada lagi
raja-raja dan nabi-nabi menjadi sangat kurang. Imam-imamlah yang mengurus komunitas Yahudi. Hukum Musa dalam versi terakhir yang ditulis oleh Ezra menguasai kehidupan sipilmaupun religius. Bait Allah dan ibadat membenarkan kehidupan umat "kudus" ini yang berbeda dengan masyarakat lain karena mereka adalah umat AIIah.
330: Aleksander Agung mengambil alih kerajaan
Persia & memperkenalkan kebudayaan Yunani.
200: Gerakan Hasidim atau orang-orang saleh.
167: Pemberontakan Mattatias.
160: Wafatnya Yudas Makabe
135-75: Kemerdekaan dan penaklukan. 

Dengan masuknya kebudayaan Yunani, timbul suatu krisis budaya dan religius. Suatu kelompok minoritas "orang saleh" (Hasidim), mengembangkan pengakuan agama Yahudi dan memulai kepereayaan akan kebangkitan orang mati.
Penganiayaan besar yang dilakukan oleh orang-orang Siria terhadap orang-orang Yahudi, membangkitkan daya-daya seluruh bangsa. Perlawanan bersenjata di bawah pimpinan Makabe mendatangkan kedamaian religius. Orang-orang Yahudi bahkan berhasil sekali lagi membuat bangsa mereka merdeka.
63: Pompeius direbut
Yerusalern
40-4: Herodes memerintah

Pada abad berikutnya, perebutan kuasa mendatangkan carnpur tangan orang-orang asing: Kerajaan Romawi menguasai
mereka seeara tersembunyi semasa Herodes Agung berkuasa, dan secara lebih terbnka setelah ia meninggaI. Pada masa itulah Yesus
lahir. .
250: kitab Suei diterjemah
kan ke dalam bahasa Yu-
nani yang disebut Sep-
tuaginta yang diperun-
tukkan bagi orang-orang
Yahudi Di aspora di
Aleksandria (Mesir).

Sementara itu banyak orang Yahudi tersebar ke semua kota besar di wilayah Laut Tengah dan Tirnur Jauh. Di sana mereka membentuk komunitas-komunitas yang disatukan oleh ketaatan pada Hukum Taurat dan mereka rniilai' menyebarkan iman menge nai Allah yang Esa.
35 SM

Herodes, diangkat sebagai raja oleh orang-orang Roma, menyingkirkan pangeran-pangeran Hasmonean dan membunuh imam agung Aristobulus, iparnya. Sejak saat itu, imam-imam agung rnernegang kuasa.
19 SM

Herodes mulai membangun kembali Bait Allah.
8 SM

6 SM

4 SM

Sensus Romawi (Luk 2: 1) yang mendorong pemberontakan Yudas, orang Gaiilea (Kis 5:37) dan orang-orang Pejuang.
Mungkin tahun Yesus lahir. Terjadi kesalahan dalam menghitung awal dari Era Kristen - meleset enam tahun.
Kematian Herodes (Mat. 2: 19): Putranya Arkelaus pergi ke Roma untuk diangkat menjadi raja, tetapi ia hanya mendapat Yudea. Propinsi-propinsi lain diserahkan kepada raja wilayah-raja wilayah (Luk 3:2 dan 23:7).
6 M

Kaisar Agustus menggantikan Arkelaus dengan seorang wali negeri. Terjadi aksi teror dan penindasan oleh pejuang di Galilea.
14 M

Tiberius, Kaisar di Roma.
26 M

Pontius Pilatus datang ke Yudea sebagai wali negeri.
27 M

Herodes Antipas, putra Herodes Agung, mengawini Herodias, istri saudaranya.
Pada, musirn gugur, Yohanes Pemandi tampil. dan meenyerukan pertobatan dan awal pelayanan Yesus (Luk 3:2).
28 M

Yesus berada di Yerusalem untuk Pesta Paskah (Yoh 2:13 dan 2:25).
29 M

Kepala Yohanes dipenggal di benteng Maqneronte
30 M

Pada malam sebelum Pesta Paskah, Jumat, 7 April, Yesus disalibkan dan Ia bangkit pada hari sesudah Sabbat (Yoh 20: 1).
36 M

Wafatnya Diakon Stefanus dan bertobatnya Paulus (Kis 7 dan 9).
37 M

Herodes Agrippa, raja seluruh Palestina, kecuali Yudea.
44 M

Herodes membunuh Rasul Yakobus; Rasul Petrus dibebaskan (Kis 12).
49 M

Sidang Yerusalem membebaskan orang-orang Nasrani dari kewajiban mengikuti Hukum Taurat (Kis 15).
50 M

Perjalanan misioner Rasul Paulus yang kedua. Bersama Gallio pada tahun 52 (Kis 18:12).
52 M

Feliks, wali negeri Yudea.
53-58 M

Perjalanan misioner Rasul Paulus yang ketiga.
Nero, Kaisar di Roma.
58 M

Yakobus, saudara Tuhan, memimpin Gereja Yerusalem; Paulus ditangkap di Bait Allah (Kis 22:18 dan 27).
60 M

Festus, waLi negeri Yudea.
61-63 M

Paulus di Roma (Kis 28: 17-31).
62 M

Yakobus, dilempari batu atas perintah imam agung.
64 M

Roma terbakar dan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Petrus mati sebagai martir di Roma (atau 67?).
66 M

Pemberontakan-pemberontakan pertama oleh orang-orang Yahudi, komunitas Yerusalem melarikan diri ke Pelea (Luk 21:20-21).
67 M

Paulus mati sebagai martir di Roma (atau 64?).
Awal perang Yahudi yang akan berlangsung 4 tahun (Luk 21:22-24).
70 M

Titus menguasai Yerusalem: Bait Allah dibakar (Luk 21:6).
Sumber : Kitab Suci Komunitas Kristiani (Edisi Pastoral Katolik)
Sumber : http://www.imankatolik.or.id


PAUS FRANSISKUS


FOTO KELUARGA. 
Dari kiri ke kanan: Alberto Horacio, Jorge Mario, Oscar Adrian, Marta Regina. 
Di depan: Maria Elena, Regina Maria Sivori dan Mario Jose Bergoglio.

Paus Fransiskus
http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/1x1.gif
Jorge Mario Bergoglio dilahirkan pada tanggal  17 Desember 1936 di Flores, Buenos Aires City, Argentina sebagai yang sulung dari kelima anak pasangan Mario José Bergoglio dan Regina María Sívori. Ayah dan ibunya berasal dari keluarga imigran Italia.

Jorge mengenyam pendidikan dan mendapatkan gelar dalam bidang Teknik Kimia, akan tetapi ia kemudian merasakan panggilan untuk menjadi seorang imam. Akhirnya, pada tanggal 11 Maret 1958 Jorge menggabungkan diri di seminari Yesuit di Villa Devoto, Buenos Aires City. Menjelang usianya yang ke-33 tahun, pada tanggal 13 Desember 1969, Jorge ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Agung Ramón José Castellano. Pada tanggal 22 April 1973, P Bergoglio mengucapkan kaul kekalnya di Serikat Yesus.

Pada tanggal 20 Mei 1992, Paus Yohanes Paulus II menunjuknya sebagai Uskup Tituler Auca dan Uskup Auksilier Buenos Aires. Tahbisannya sebagai uskup dilangsungkan pada tanggal 27 Juni 1992. Mottonya sebagai uskup adalah "Miserando atque eligendo" ("sebab Ia melihatnya melalui mata belas-kasihan dan memilihnya") diambil dari homili Venerabilis Bede atas Matius 9:9-13 mengenai panggilan Matius. Perikop ini sangat istimewa bagi Paus sebab - ketika usianya tujuhbelas tahun -, sesudah menyambut Sakremen Pengakuan pada Pesta St Matius pada tahun 1953 - ia merasakan kerahiman Allah dalam hidupnya pula panggilan untuk menjadi imam seturut teladan St Ignatius Loyola.

Selanjutnya, pada tanggal 3 Juni 1997, Uskup Bergoglio diangkat sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Buenos Aires dengan hak suksesi otomatis. Oleh sebab itu, setelah wafat Kardinal Antonio Quarracino, pada tanggal 28 Februari 1998 Uskup Bergoglio menggantikan posisinya sebagai Uskup Agung Buenos Aires.

Pada konsistori 21 Februari 2001, Uskup Agung Bergoglio diangkat sebagai kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II dengan gelar Kardinal Imam dari St Robertus Bellarminus. Sebagai kardinal, Bergoglio ditunjuk untuk menempati lima posisi administratif dalam Kuria Romawi, sebagai anggota Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen, Kongregasi Klerus, Kongregasi Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Rasuli, Dewan Kepausan Keluarga, Komisi untuk Amerika Latin.

Kardinal Bergoglio dikenal karena kerendahan hati, doktrinnya yang konservatif dan komitmennya pada keadilan sosial. Ia sendiri mengamalkan gaya hidup sederhana: tinggal di sebuah apartemen kecil, dan bukannya di kediaman uskup yang nyaman, memilih naik kendaraan umum dan memasak makanannya sendiri.

Pada tanggal 8 November 2005, Bergoglio dipilih sebagai Ketua Konferensi Waligereja Argentina, jabatan yang diembannya selama dua periode berturut-turut hingga 8 November 2011.

Dengan pengunduran diri Paus Benediktus XVI, efektif 28 Februari 2013, para kardinal mengadakan Konklaf yang pada hari kedua, tanggal 13 Maret 2013, sepakat memilih Kardinal Jorge Mario Bergoglio sebagai Paus Gereja Katolik Roma. Pemakluman Habemus Papam 2013 disampaikan oleh Kardinal Protodiakon Jean-Louis Tauran kepada khalayak ramai yang menanti di piazza. Paus yang ke-266 ini memilih nama Fransiskus demi menghormati St Fransiskus dari Assisi, sebab ia teristimewa peduli pada kesejahteraan kaum miskin.

Sekitar tahun 1980an, P Bergoglio yang kala itu belajar di Jerman melihat lukisan Santa Perawan Maria Pengurai Simpul Masalah di Augsburg; ia membawa pulang sebuah kartu pos bergambar lukisan  tersebut dan dari sana tersebarlah devosi kepada Santa Perawan Maria Pengurai Simpul Masalah ke segenap penjuru Argentina dan bahkan ke Brazil. Di kemudian hari Kardinal Bergoglio mengukirkan lukisan Santa Perawan Maria Pengurai Simpul Masalah pada sebuah piala yang dihadiahkannya kepada Paus Benediktus pada tahun 2005. Sekarang, piala dengan lukisan yang sama, yang dikerjakan oleh pengrajin perak yang sama pula, dihadiahkan kepada Paus Fransiskus atas nama segenap masyarakat Argentina.

Penobatan Paus Fransiskus sebagai Uskup Roma dilangsungkan pada tanggal 19 Maret 2013 di Lapangan St Petrus. Pada hari yang diistimewakan Gereja Katolik sebagai Hari Raya St Yosef, Suami St Perawan Maria ini, Paus Fransiskus menekankan pentingnya peran St Yosef dalam melindungi bukan saja Yesus dan Maria, melainkan juga Gereja. Paus juga berbicara mengenai pentingnya melindungi "segenap ciptaan, keindahan dari dunia ciptaan" sebagaimana diajarkan Kitab Suci dan diamalkan oleh St Fransiskus dari Assisi. Ini, kata Sri Paus, "berarti menghormati setiap makhluk ciptaan Tuhan dan menghormati lingkungan di mana kita tinggal. Yang berarti melindungi manusia, menunjukkan kasih kepedulian bagi masing-masing dan setiap orang, khususnya anak-anak, kaum lanjut usia, mereka yang membutuhkan, yang seringkali adalah orang-orang  terakhir yang kita pikirkan."

Lambang kepausan Fransiskus adalah perisai berwarna biru terang, di tengah atasnya terdapat matahari yang bersinar terang dengan tulisan IHS yang melambangkan Yesus (juga adalah simbol Yesuit). Huruf IHS, pula salib yang menembusi huruf H berwarna merah, tiga paku hitam berada di bawahnya. Di bagian bawah perisai, di sebelah kiri, adalah bintang emas melambangkan Maria, Bunda Kristus dan Bunda Gereja. Di sebelah kanan bintang adalah tanaman serupa anggur - bunga harum yang melambangkan St Yosef, Pelindung Gereja Semesta.

Paus Fransiskus adalah paus pertama yang berasal dari Amerika Latin dan paus pertama dari Serikat Yesus. Di samping bahasa Spanyol, bahasa ibunya, beliau menguasai pula bahasa Latin dan Jerman.
Sumber : “YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
Orang-Orang Kudus
Santo-Santa

Kita semua dipanggil Kristus kepada kekudusan dan kesempurnaan, kepada persatuan mesra dengan Allah Bapa, melaui Kristus dalam persekutuan dengan Roh Kudus: Karena itu Harusalah kamu sempurna, sama seperti Bapa di Surga adalah sempurna (Mat 5:48); "Kuduskanlah kamu, sebab, Aku, Tuhan, Allahmu, kudus” (Im 19:2)

Tradisi iman Katolik mewariskan kepada kita sejumlah besar tokoh pejuang dan pembela nilai dan paham hidup yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Itulah”Orang-Orang Kudus”. Orang-orang Kudus, terdiri dari tua-muda, rohaniawan/wati, bapa-ibu, perawan-janda, raja-rakyat jelata, cendekiawan-orang tidak berpendidikan, yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan budaya.
Bunda Gereja yang kudus dibawah bimbingan Roh Kudus secara resmi menyebut dan menyatakan mereka “Orang-Orang Kudus”, baik sebagai ‘Beato-Beata’ atau ‘Santo-Santa’. Pernyataan resmi Gereja itu diawali dengan suatu proses penelitian yang panjang dan teliti, yang disebut Beatifikasi dan kanonisasi hingga akhirnya disetujui oleh Takhta Suci.
Prosedur untuk menetapkan calon santo-santa di mulai tahun 1234, di prakarsai oleh Paus Gregorius IX dan Kongregasi Ritus yang diberi wewenang untuk mengawasi keseluruh prosesnya (Kongregasi Ritus dan terbentuk mulai tahun 1588, oleh Paus Sixtus
V), Prosedurnya sebagai berikut :
Apabila seorang yang telah meninggal dunia dan  “dianggap martir” atau “dianggap kudus” maka biasanya Uskup Diosesan yang memprakarsai proses penyelidikan. Dimana salah satu unsur penyelidikan adalah apakah suatu permohonan khusus atau mukjizat telah terjadi melalui perantaraan calon santo-santa yang bersangkutan. Gereja juga akan menyelidiki tulisan-tulisan calon santo-santa guna melihat apakah mereka setia pada “ajaran yang murni,” pada intinya tidak didapati adanya suatu kesesatan atau suatu yang bertentangan dengan iman Katolik. Segala informasi ini dikumpulkan, dan kemudian suatu transumptum, yaitu salinan yang sebenarnya, yang disahkan dan dimeterai, diserahkan kepada Kongregasi Ritus.
Begitu transumptum telah diterima oleh Kongregasi, penyelidikan lebih lanjut dilaksanakan. Jika calon santo-santa adalah seorang martir, Kongregasi menentukan apakah ia wafat karena iman dan sungguh mempersembahkan hidupnya sebagai kurban cinta kepada Kristus dan Gereja. Dalam perkara-perkara lainnya, Kongregasi memeriksa apakah calon digerakkan oleh belas kasih yang istimewa kepada sesama dan mengamalkan keutamaan-keutamaan dalam tindakan yang menunjukkan keteladanan dan kegagahan.
Sepanjang proses penyelidikan ini, “promotor iman”, mengajukan keberatan-keberatan dan ketidakpercayaan yang harus berhasil disanggah oleh Kongregasi. Begitu seorang calon dimaklumkan sebagai hidup dengan mengamalkan keutamaan-keutamaan yang gagah berani, maka calon dimaklumkan sebagai Venerabilis.
Proses selanjutnya adalah BEATIFIKASI. Seorang martir dapat dibeatifikasi dan dimaklumkan sebagai “Beato-Beata” dengan keutamaan kemartiran itu sendiri. Di luar kemartiran, calon harus diperlengkapi dengan suatu mukjizat yang terjadi dengan perantaraannya. Dalam memastikan kebenaran mukjizat, Gereja melihat apakah Tuhan sungguh melakukan mukjizat lewat perantaraan calon Beato/Beata. Begitu dibeatifikasi, calon santa-santo boleh dihormati, tetapi terbatas pada suatu kota, keuskupan, wilayah atau kelompok religius tertentu. Selanjutnya, Paus akan mengesahkan suatu doa khusus, atau Misa atau Ofisi Ilahi yang pantas demi menghormati Beato-Beata yang bersangkutan. Setelah beatifikasi, suatu mukjizat lain masih diperlukan untuk kanonisasi dan memaklumkan secara resmi seseorang sebagai seorang santo-santa. Proses resmi untuk memaklumkan seseorang sebagai seorang santo- santa disebut KANONISASI.
Para orang-orang kudus, bukan berarti selama hidupnya tidak mempunyai cela/kesalahan. Sebagai manusia mereka memiliki juga kecenderungan berdosa, kelemahan dan kekuaragan selama masa hidupnya, ada juga orang kudus yang selama hidupnya dikenal sebagai pendosa berat, namun oleh sentuhan rahmat Allah, mereka bertobat dan memulai menata hidupnya secara baru mengikuti kehendak Allah.
Kita, dibawah bimbingan Tuhan dan Gereja-Nya, meneladani cara hidup mereka (Santo-Santa/beato-Beata), menjadikan mereka pelindung kita dan perantara doa-doa kita.
Yang terutama, dalam memilih nama Baptis atau Krisma, kita harus melihat dari Kekhasan Santo-santa tersebut, misalnya kalau diri kita ingin menjadi yang militan dalam menghayati kekristenan, pilih St. Ingatius Loyola, kalau menjadi seorang yang sangat kristis, bisa memilih nama Baptis/Krisma St. Thomas, kalau berpribadi tenang bisa pilih St. Philipus, dan sebagainya. jadi sebaiknya bukan karena disesuaikan dengan pesta/perayaan atau tanggal dari kelahiran kita. Terang doa dan dalam bimbingan Roh Kudus akan membantu dalam pemilihan nama pelindung kita baik dalam Baptis maupun Krisma.


Sumber : http//www.imankatolik.or.id